Sejarah Desa

Sejarah desa sayung menurut cerita dari sesepuh konon ceritanya berawal dari runtuhnya  kerajaan majapahit dan berdirinya kerajaan Demak yaitu  dikisahkan, serombongan para ulama’ mengadakan perjalanan ke arah wilayah barat yang dipimpin dua  tokoh .yaitu nyai siti Sundari dan kyai Mustofa atau lebih terkenal dengan nama  singgahlah mereka di suatu tempat, kedua beliau berkeinginan menetap di wilayah tersebut, kemudian terjadilah perselisihan pendapat dimana lahan yang menjadi tempat tinggal, kemudian dengan kesaktian masing-masing keduanya membuat perjanjian kesepakatan masalah tapal batas wilayah .

Kyai mustofa / Singodrono mengeklim bahwa wilayah yang akan di tempati seluas yang mampu dia tebang / babat, kelak wiyah tersebut di sebut wilayah Babadan / Dusun Babadan. Sedangkan Nyai siti Sundari mengeklaimwilayahnya seluas dengan cara membakar ranting dan dedaunan, di mana tempat yang kejatuhan bertebarnya abu dari pembakaran tersebut adalah wilayahnya, Kedu pihak sepakat dengan isi perjanjian tersebut.

Dengan kesaktiannya  kyai Singo drono membabat hutan yang akan di jadikan wilayahnya dengan mendapat yang cukup luas, begitu pula Nyai siti sundari dengan kesaktiannya membakar ranting dan dedaunan yang abunya mampu menyebar luas hingga melebihi luas tebangan /babatan dari kyai Singo drono, bahkan tebaran abu pembakarannay hingga jatuh di wilayah tebangan / babatan kyai Singo drono . Dengan kerendahan hati kyai singo drono mengakui kesaktian dan kehebatan Nyai siti sundari dan mengakui wilayah Babadan dibawah kwkuasan Nyai siti sundari. Hubungan Desa sayung dengan sejarah tersebut, bahwa Sayung dari kata sayang yang dalam bahasa jawa WELAS ASIH  dengan arti walaupun kedua tokoh terjadi perselisihan, namun keduanya salih saling sayang menyayangi.

Dalam kurun waktu yang lama sejak zaman kerajaan Demak dan masa kolonial Belanda rakyat desa  sayung pernah dipimpin oleh seorang lurah / kepala desa sebagai berikut :

No Lurah / Kepala Desa Masa Jabatan
1 Syuro Panggah 1943   sampai  1967
2 H  Jalal 1968   sampai  1973
3 Sonhaji 1968   sampai  1973
4 Muslikin 1972   sampai  1974
5 Mat Solekhan 1988   sampai  2008
6 Rohmadi 2009   sampai  2015
7 Munawir., S.HI., SH 2015  sampai   2022

 

Facebook Comments